mutiara islami

Ada enam perkara, apabila dimiliki oleh seseorang maka telah sempurnalah keimanannya :

(1) memerangi musuh Allah dengan pedang,

(2) tetap menyempurnakan puasa walaupun di musim panas,

(3) tetap menyempurnakan wudhu walaupun di musim dingin,

(4) tetap bergegas menuju mesjid (untuk melaksanakan shalat berjama’ah) walaupun di saat mendung,

(5) meninggalkan perdebatan dan berbantah-bantahan walaupun ia tahu bahwa ia berada di pihak yang benar dan

(6) bersabar saat ditimpa musibah.”


(Yahya bin Muadz)



Sabtu, 01 Januari 2011

Nitrat Reduktase

AKTIVITAS NITRAT REDUKTASE

Nitrat Reduktase (NR) merupakan enzim yang mengkatalis nitrat menjadi nitrit dan bersifat inducible karena aktivitasnya dapat ditingkatkan dengan penambahan substrat (Tjitrosoepomo, 1987). Tumbuhan memperoleh nitrogen dengan cara menyerap nitrat atau ion amonia yang ada dalam tanah, penyerapan kedua senyawa ion tersebut digunakan untuk membentuk berbagai senyawa nitrogen misalnya protein (Salisbury and Roos, 1995). Aktivitas nitrat reduktse dapat ditentukan dengan mengukur absorbansinya yaitu dengan menggunakan spektrofotometri. Sampel yang akan diukur direndam dalam buffer Na-fosfat selama 24 jam, kemudian larutan buffer diganti dengan yang baru dan ditambah dengan NaNO3 dengan molaritas masing-masing tabung reaksi yaitu 0 M; 0,5 M; dan 5 M kemudian diinkubasi selama 3 jam pada botol film gelap. Hasil perhitungan absorbansi sampel memperoleh angka aktivitas nitrat reduktase secara berurutan adalah 0; 0,26; dan 0,028 mol NO3/mg/menit.

Menurut Loveless (1990) aktivitas enzim nitrat reduktase pada daun tanaman dewasa berhubungan dengan hasil tanaman, sehingga tingkat aktivitas enzim nitrat reduktase dapat digunakan sebagai kriteria seleksi untuk memilih genotip dari suatu tanaman yang berdaya hasil tinggi. Enzim nitrat reduktase berguna untuk merubah nitrat menjadi nitrit yang kemudian setelah melalui serangkaian kerja enzim lain nitrit ini akan diubah menjadi asam amino. Alnopri (1995) manambahkan bahwa ANR banyak digunakan sebagai kriteria seleksi tanaman pada program pemuliaan tanaman. Pendekatan berdasarkan ANR sebagai kriteria seleksi dapat dipertimbangkan, karena enzim yang dikendalikan oleh gen yang secara langsung terlibat dalam proses biosintesis protein. NR merupakan enzim pertama yang berperan dalam mereduksi nitrat menjadi amonia.

Uji aktivitas nitrat reduktase ini menggunakan daun yang telah diinkubasi dan diberi larutan buffer, dan tempat yang digunakan untuk menaruh bahan adalah tabung gelap, dengan tujuan untuk menghalangi kerja enzim proses fotosintesis. Pada perlakuan pemberian NED dan SA pada sampel yang berisi 0 M; 0,5 M; 5 M praktikum ini adalah supaya tidak terbentuk pigmen warna, sehingga warna sampel tetap jernih. Larutan kemudian diukur absorbansinya setelah sebelumnya diberi aquadestilata dengan spektrofotometer dengan panjang gelombang 540 nm.

Penggunaan tabung gelap (botol film) pada praktikum ini karena pada daun hijau, nitrat reduktasenya dapat dipercepat dalam keadaan terang. Akan tetapi baik nitrat maupun CO2 dapat direduksi dalam reaksi gelap fotosintesis. Peran nitrat direduktasi oleh reaksi gelap dengan bantuan enzim NR hingga NR nitrit saja. Jika terkena sinar matahari, maka nitrat akan tereduksi sampai amonia. Sebagian besar tumbuhan tingkat tinggi mampu mereduksi nitrat sampai ke tahap ammonia (Anderton, 1996).

Reaksi pembentukan NO2- berlangsung dengan pereduksian nitrat menjadi nitrit dikatalis dengan enzim nitrat reduktase (NR). Cara kerja Enzim ini dengan mengikat 2 elektron dari NADH atau NADPH2 menghasilkan nitrit, NAD- dan H2O menurut reaksi :
NO3- + NADH + H + NR NO2- + NAD+ + H2O
Mekanisme kerja NR yaitu Nitrat Reduktase akan mereduksi NO3- menjadi NO2-, selanjutnya oleh nitrit reduktase akan direduksi menjadi Ammonium (NH4+). Amonia merupakan senyawa nitrogen utama yang dibebaskan dalam pembusukan asam organik. Amonia dalam tanah langsung dioksidasi menjadi nitrat oleh bakteri sehingga ion nitrat biasanya merupakan sumber nitrogen bagi tumbuhan. Ion nitrat setelah diserap harus direduksi kembali menjadi amonia (Loveless, 1991). Menurut Salisbury and Ross (1995) reaksi nitrat terjadi dalam dua tahap reaksi yang dikatalis oleh enzim yang berlainan. Reaksi pertama dikatalis oleh nitrat reduktase. Enzim NR yang mengangkut dua elektron dan NADPH, pada beberapa spesies dari NADPH, hasilnya berupa nitrit, NAD+ (NADP+) dan H2O. Reaksi kedua yaitu perubahan nitrat menjadi amonia (NH4) yang dikatalis oleh nitrit reduktase (NiR).
Menurut Gardener et.al (1991), aktivitas nitrat reduktase dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya :

1. pengaruh pH
Jika suatu enzim menunjukkan kegiatan pada pH tertentu, maka jika pH turun atau naik akan mempengaruhi aktivitas enzim tersebut, oleh karena itu pada pengukuran aktivitas nitrat reduktase digunakan larutan buffer Na-fosfat untuk mengkonstankan atau menyeimbangkan pH nya. Masing-masing enzim juga mempunyai pH optimum yang berbeda-beda.

2. Pengaruh konsentrasi
Konsentrasi berbanding lurus dengan kegiatan enzim, selain itu konsentrasi zat juga berpengaruh pada kerja enzim.

3. Temperatur
Enzim tahan pada temperatur yang rendah 0ºC dan akan mati apabila temperatur diatas 50ºC.

4. Cahaya yang ditangkap oleh daun
Cahaya akan meningkatkan aktivitas nitrat reduktase dan peningkatan lebih nyata laju reduksi nitrat menjadi ammonium (Sallisbury and Ross, 1995).

5. Pengaruh zat penghambat (tannin dan fenol).

6. Umur tanaman